Berita

Cetak Pemimpin Masa Depan, Organisasi Kemahasiswaan Institut Mahardika Gelar LKMM "Beyond The Box" di Hotel Zamrud

Cetak Pemimpin Masa Depan, Organisasi Kemahasiswaan Institut Mahardika Gelar LKMM "Beyond The Box" di Hotel Zamrud
Cetak Pemimpin Masa Depan, Organisasi Kemahasiswaan Institut Mahardika Gelar LKMM "Beyond The Box" di Hotel Zamrud

CIREBON – Organisasi Kemahasiswaan Institut Mahardika sukses menyelenggarakan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) sebagai langkah strategis memperkuat fondasi kepemimpinan mahasiswa. Mengusung tema ambisius “BEYOND THE BOX: Transformasi Mahasiswa yang Kritis, Berani Berpendapat, and Ready to Lead,” kegiatan ini dirancang untuk mencetak kader yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh dalam manajemen organisasi.

Ketua Pelaksana LKMM, Syakira, menjelaskan bahwa agenda tahun ini merupakan kolaborasi erat antara pengurus Organisasi Kemahasiswaan, perwakilan organisasi mahasiswa (Ormawa) lain, serta panitia hasil rekrutmen terbuka (open recruitment).

Target utama dari kegiatan ini adalah para mahasiswa baru dan mahasiswa angkatan sebelumnya yang belum mengikuti sertifikasi LKMM. Menurut Syakira, LKMM bukan sekadar rutinitas, melainkan gerbang wajib bagi standarisasi kader di lingkungan kampus.

"LKMM adalah filter komitmen. Kami ingin memastikan setiap pengurus organisasi memiliki frekuensi yang sama dalam hal manajemen dan kepemimpinan. Tanpa ini, regenerasi organisasi akan terancam mati suri," tegas Syakira.

Materi yang diberikan pun telah disesuaikan dengan tantangan zaman. Peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai Keorganisasian serta Keterampilan Komunikasi Digital agar mampu menjadi pemimpin yang kompetitif. Tak tanggung-tanggung, dua narasumber berkompeten dihadirkan, yakni Dr. Indra Surya Purnama, MM., M.Kom. dan Kak Daffa, yang memberikan perspektif teoritis sekaligus praktis bagi para peserta.

Wakil Rektor 3 Institut Mahardika, Bapak Hendri Rosmawan, M.Kom., menegaskan bahwa pihak kampus memberikan dukungan penuh, baik secara administratif maupun sarana prasarana. Ia menjelaskan bahwa LKMM adalah program wajib berjenjang dari Kemdiktisaintek.

"LKMM ini memiliki struktur yang jelas, mulai dari tingkat lokal di universitas, tingkat Menengah (TM) di level LLDIKTI, hingga tingkat Lanjut (TL). Setiap tahunnya, dua perwakilan terbaik dari tingkat lokal ini akan kami kirim untuk berkompetisi di tingkat menengah," jelas Bapak Hendri.

Bagi Bapak Hendri Rosmawan, kampus adalah "mini inkubator" untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya. LKMM hadir sebagai pelengkap mata kuliah formal seperti Manajemen dan Kewirausahaan.

Panitia memilih Ballroom Hotel Zamrud sebagai lokasi pelaksanaan guna menjamin efektivitas penyerapan materi. Suasana yang nyaman dan sejuk dianggap krusial agar peserta tetap fokus selama dua hari kegiatan.

Berlangsung tepat setelah masa Ujian Tengah Semester (UTS), agenda ini dibagi menjadi dua fase:

  1. Hari Pertama: Fokus pada pendalaman materi melalui diskusi, kuis interaktif, dan fun games.
  2. Hari Kedua: Implementasi fisik dan mental melalui kegiatan hiking untuk membangun kerjasama tim di lapangan.

Untuk menghindari kejenuhan, panitia menerapkan metode simulasi aktif seperti Role Play "Rapat Darurat" dan Leaderless Group Discussion (LGD). Dalam simulasi ini, peserta dihadapkan pada kasus nyata, seperti konflik anggaran hingga manajemen kritik, guna menguji ketangkasan mereka dalam mencari solusi.

Dalam wawancara mendalam, Syakira menekankan bahwa penguasaan soft skill kini setara pentingnya dengan IPK.

"IPK mungkin mengantar kita sampai ke meja wawancara, tapi soft skill-lah yang menentukan sejauh mana karier seseorang akan berkembang. Di dunia kerja, kemampuan mengelola konflik dan memimpin tim adalah mata uang yang sangat berharga," tambahnya.

Output yang diharapkan dari LKMM ini adalah lahirnya pemimpin yang tidak hanya cerdas, tapi juga mampu mengelola perbedaan ide. Bapak Hendri Rosmawan berharap ke depannya tidak ada lagi ego sektoral antar-organisasi.

"Harapan utama kami adalah mahasiswa mampu berkolaborasi dalam berbagai kegiatan, terutama dalam program pengabdian masyarakat. Organisasi harus menjadi wadah pengembangan diri yang positif sehingga saat lulus nanti, mereka sudah terbiasa memimpin dan beradaptasi," pungkas Bapak Hendri.

Senada dengan hal tersebut, Syakira berharap lulusan LKMM ini menjadi fondasi kuat bagi organisasi yang kreatif namun tetap tertib secara administrasi. "Semoga satu atau dua tahun lagi, saat ditanya bagaimana lulusan Mahardika, jawabannya adalah: Mereka cepat adaptasi dan terbiasa memimpin tim," tutupnya.

Bergabunglah dengan Institut Mahardika

Jadilah bagian dari institusi pendidikan yang berkomitmen untuk menghasilkan lulusan berkualitas dan berdaya saing global