Berita

Optimalkan Pengelolaan ZIS, Universitas Insan Mahardika Gandeng BAZNAS Jabar Gelar Sosialisasi UPZ

Optimalkan Pengelolaan ZIS, Universitas Insan Mahardika Gandeng BAZNAS Jabar Gelar Sosialisasi UPZ
Optimalkan Pengelolaan ZIS, Universitas Insan Mahardika Gandeng BAZNAS Jabar Gelar Sosialisasi UPZ

CIREBON – Dalam upaya memperkuat tata kelola dana umat dan membangun ekosistem kepedulian sosial di lingkungan akademis, Universitas Insan Mahardika sukses menyelenggarakan acara Sosialisasi Zakat, Infaq, dan Shodaqoh (ZIS) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Mahardika. Kegiatan yang berlangsung khidmat di Aula Sekar ini mengusung tema penting mengenai penguatan legalitas serta optimalisasi penyaluran ZIS demi mewujudkan iklim kampus yang berkah dan berdaya.

Acara ini menghadirkan jajaran petinggi BAZNAS Provinsi Jawa Barat dan pengurus internal UPZ kampus untuk memberikan edukasi komprehensif mengenai regulasi, fikih zakat, hingga rencana strategis program kerja ke depan bagi seluruh pegawai, dosen, dan mahasiswa.

Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Ijang Faisal, S.Ag., M.Si., mengapresiasi inisiatif kampus dan menegaskan pentingnya keseragaman tata kelola di setiap UPZ binaan agar selalu berjalan di atas koridor hukum yang sah.

"Kami di Baznas Jawa Barat terus menerima dan menyambut baik setiap permohonan arahan maupun pembinaan dari UPZ, terutama terkait regulasi dan program-program baru. Kami ingin memastikan tata kelola di seluruh UPZ binaan itu seragam dan setara, karena kita semua bergerak berdasarkan undang-undang dan Perbaznas yang sudah jelas payung hukumnya," ujar Dr. H. Ijang Faisal saat diwawancarai.

Beliau menambahkan bahwa demi menjaga profesionalitas, BAZNAS Jabar membuka layanan konsultasi bagi UPZ hingga 24 jam penuh. Langkah sigap ini diambil karena UPZ berada di garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan muzakki (pembayar zakat) dan mustahik (penerima manfaat). Fokus utama BAZNAS adalah mendorong seluruh pengurus UPZ memiliki tingkat integritas yang tinggi, transparansi, serta tata kelola yang baik dan profesional.

Di sisi lain, Ketua UPZ Universitas Insan Mahardika, Dr. Andinna Ananda Yusuff, S.E., M.M., mengakui bahwa edukasi mengenai regulasi dan pemahaman fikih zakat masih menjadi tantangan besar di lingkungan kampus. Masih banyak warga kampus yang terbiasa menyalurkan donasi secara langsung atau keliru memahami indikator kewajiban zakat profesi mereka.

"Ada anggapan di sebagian kalangan bahwa jika saat ini tidak memegang uang tunai, maka mereka merasa belum wajib berzakat. Padahal, secara ketentuan mereka sudah masuk ke dalam kategori wajib zakat (muzakki)," jelas Bu Andin.

Kendati sosialisasi membutuhkan proses bertahap dan persuasif, Bu Andin menegaskan bahwa dari aspek legalitas operasional, UPZ Universitas Mahardika berada pada posisi yang sangat aman karena berada langsung di bawah naungan resmi BAZNAS Provinsi Jawa Barat. Ia menggarisbawahi bahwa keterbukaan informasi penyaluran adalah instrumen utama dalam mengunci kepercayaan penuh dari segenap sivitas akademika.

Menatap target strategis ke depan, UPZ Universitas Mahardika mengarahkan dana yang terhimpun ke sektor-sektor produktif. Prioritas utama tahun ini adalah penyediaan dana bantuan beasiswa serta subsidi biaya kuliah bagi mahasiswa yang mengalami masalah finansial akut agar terhindar dari risiko cuti akademis. Kehadiran UPZ diproyeksikan sebagai bantalan sosial krusial pendamping beasiswa internal yayasan.

Program ini terbukti menciptakan dampak bergulir (multiplier effect). Beberapa mahasiswa penerima bantuan tahun lalu yang kini telah lulus dan bekerja, menyatakan kesiapannya untuk kembali menyalurkan infak dan sedekah mereka melalui UPZ demi menopang adik-adik tingkat mereka.

Selain sektor pendidikan, UPZ Mahardika juga berencana merambah ke sektor pemberdayaan ekonomi melalui program UMKM produktif internal kampus. Melalui skema ini, para penerima manfaat usaha didorong untuk memiliki komitmen menyisihkan sebagian keuntungan mereka menjadi infak bulanan guna menjaga keberlanjutan dan sirkulasi keberkahan program. Ke depan, sasaran cakupan jaring pengaman ini akan terus diperluas demi menyentuh aspek kesehatan dan kesejahteraan para karyawan serta dosen yang membutuhkan.

Langkah taktis pembentukan UPZ ini mendapatkan dukungan penuh dari internal kampus. Hasbi, selaku perwakilan dari sivitas akademika Universitas Insan Mahardika, menilai bahwa kehadiran lembaga ini adalah solusi nyata kemudahan menunaikan kewajiban keagamaan langsung di dalam ekosistem kampus.

"Keberadaan UPZ di kampus sangat positif dan krusial. Ini langkah konkret bagi Universitas Insan Mahardika untuk membangun ekosistem kepedulian sosial. Jika dikelola dengan tepat, dana dari UPZ bisa menjadi jaring pengaman finansial yang efektif baik lewat program beasiswa, bantuan UKT, maupun subsidi akademis lainnya untuk membantu rekan-rekan yang sedang kesulitan," urai Hasbi.

Ia juga berharap agar pengurus UPZ dapat konsisten menyajikan laporan pertanggungjawaban dana umat secara terbuka dan berkala melalui platform digital kampus serta menjamin proses penyeleksian penerima bantuan berjalan objektif dan tepat sasaran.

 

Bergabunglah dengan Institut Mahardika

Jadilah bagian dari institusi pendidikan yang berkomitmen untuk menghasilkan lulusan berkualitas dan berdaya saing global