Berita

Dinkes Cirebon "Jemput Bola" ke Kampus, Genjot Literasi Kesehatan Reproduksi Mahasiswa

Dinkes Cirebon "Jemput Bola" ke Kampus, Genjot Literasi Kesehatan Reproduksi Mahasiswa
Dinkes Cirebon "Jemput Bola" ke Kampus, Genjot Literasi Kesehatan Reproduksi Mahasiswa

CIREBON – Pemerintah Daerah Kota Cirebon melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menunjukkan keseriusan dalam upaya pencegahan dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, menyasar langsung kelompok terdidik. Melalui strategi "jemput bola", Dinkes Kota Cirebon menggelar Edukasi Kesehatan Reproduksi (Kespro) dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di lingkungan Institut Teknologi dan Kesehatan Mahardika, Selasa (25/11/2025).

​Inisiatif yang menargetkan seluruh mahasiswa dan civitas kampus ini dinilai krusial mengingat tingginya kebutuhan literasi kesehatan yang spesifik di kalangan usia produktif.

​Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr. Hj. Sulfianty Irfan, M.M., mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang kesehatan daerah.

​“Tujuan utama kami sangat jelas, yakni agar Mahasiswa dan Civitas Mahardika mendapatkan informasi dan pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, sekaligus menjaga organ-organ reproduksi secara baik dan optimal. Kami berharap ini bermanfaat maksimal bagi kampus,” ujar dr. Sulfianty. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kesediaan Institut Mahardika menjadi lokasi sentral kegiatan tersebut.

​Materi edukasi Kespro disampaikan langsung oleh pakar di bidangnya, dr. Diah Ayu Puspita, Sp. OG., subspOG., salah satu dokter spesialis yang bertugas di RSUD Gunung Jati Kota Cirebon. Selain sesi materi, kegiatan ini diperkuat dengan layanan Skrining dan Cek Kesehatan Gratis yang didukung penuh oleh tiga Puskesmas sekaligus, yaitu Puskesmas Perumnas Utara, Puskesmas Sitopeng, dan Puskesmas Pekalangan. Pemeriksaan yang diberikan disesuaikan dengan hasil skrining awal dan kelompok usia peserta.

​Sementara itu, Wakil Rektor I Institut Mahardika, Nonok Karlina, M.Kep., Ners., Sp.MB., menyambut baik kepercayaan Pemda Kota Cirebon yang memilih kampusnya. Menurutnya, program edukasi semacam ini tidak boleh hanya berfokus pada masyarakat umum.

​“Kegiatan ini setidaknya memberikan dan menambah literasi mahasiswa dan civitas Mahardika tentang kesehatan reproduksi, untuk meminimalisir terjadinya angka penyakit yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Karena bukan masyarakat awam saja yang perlu diberikan edukasi, namun mahasiswa dan civitas seperti kita juga belum tentu sudah tahu dan paham semua,” pungkasnya, menandaskan bahwa literasi kesehatan adalah kebutuhan semua kalangan, termasuk akademisi.

Bergabunglah dengan Institut Mahardika

Jadilah bagian dari institusi pendidikan yang berkomitmen untuk menghasilkan lulusan berkualitas dan berdaya saing global